Pearl Rose

  • Beranda
Home Archive for April 2017
Hai-haiii...
Kalian pasti sedang mencari referensi buat tugas Bahasa Indonesia kan atau malahan mau 'copy paste'? hehe, yah ketahuan yak wkwk.
Wel, disini aku mau berbagi cerita karanganku  sendiri lho..
Kalian boleh kok nggunain cerpen aku buat menuhin kebutuhan (read:tugas) kalian, asal.... kalian menyertakan identitas penulisnya. Yah, ibaratnya buat ngehargain si penulisnya lah, hehe.

Yaudah, langsung cuss aja yaaaaa...





Cinta Satu Sisi
Karya : Lia Rosiana

            Semilir angin malam menerpa setiap kulit manusia yang tak terlapiskan kain. Membelai rambut, lembut. Menggelitik di sela-sela kuping. Rembulan bersinar dengan cantiknya. Ribuan bintang di angkasa pun turut hadir menemani sang dewi malam. Menambah keindahan langit malam ini. Lalu-lalang manusia di jalanan.
            Malam ini adalah malam minggu.
            Malam dimana hampir seluruh manusia keluar sekedar jalan-jalan, melupakan sesaat kesibukan yang ada. Malam yang paling dinanti-nanti oleh pasangan muda-mudi yang sedang kasmaran. Dan malam yang paling menyedihkan bagi para jomblo –sebutan untuk mereka yang tidak mempunyai pasangan–. Kebiasaan mereka, para jomblo, adalah berdoa agar malam ini segera berakhir dan berharap hujan turun dengan derasnya. Agar tidak ada yang bisa berdua-duan, yah kebiasaan yang buruk –sirik.
            Taman, tempat yang sering dituju saat malam minggu. Yap, tempat yang sejuk, aman serta nyaman.
            “Iiih, Iqbaal! Siniin gak.” Teriakku pada pria yang duduk disampingku.
            “Ambil aja kalau bisa, wlee.” Sambil menjulurkan lidahnya, Iqbaal terus menjauhkan es krimku dari jangkauan tanganku.
            “Awas aja kalau sampai aku dapatin tuh es krim.” Dengan muka yang sok garang dan mengancam Iqbaal.
Tiba-tiba saja Iqbaal dengan sengaja mencolekkan krim dari es krim itu ke hidungku. Aku sedikit terperanjat dengan apa yang Iqbaal lakukan padaku dan aku segera mengejar Iqbaal yang entah dari kapan sudah berlari mendahuluiku untuk menghindari amukan serta amarahku. Aku terus berlari mengejar Iqbaal yang terus berputar ditempat yang sama. Karena keadaan taman yang remang-remang dengan sedikit pencahayaan, tak sengaja aku menabrak salah satu kaki dari kursi yang tadi aku duduki bersama Iqbaal.
“Aduhhh...” Aku mengaduh kesakitan dan jatuh terduduk. Iqbaal yang jauh beberapa meter di depanku, sontak berlari menghampiriku. Dan membantuku untuk berdiri lalu mendudukanku di kursi tadi.
“Mana yang sakit?” Tanya Iqbaal khawatir padaku. Melihat raut wajah Iqbaal yang sepertinya begitu khawatir padaku, timbullah ide jahilku untuk mengerjainya. Aku menunjukkan bagian kakiku yang sebenarnya tidak begitu sakit. Iqbaal segera memijit pelan kakiku yang barusan aku tunjukan padanya.
“Tukk.. Aww.” Iseng, aku menjitak kepala Iqbaal cukup keras.
“Sakit, Bego!” Seru Iqbaal padaku. Tangan kirinya terus mengelus bagian kepalanya yang tadi aku jitak dan tangan kanannya mencoba untuk membalas perlakuanku tadi. Aku berniat untuk berlari menghindari Iqbaal namun sepertinya kakiku tidak mau membantuku untuk lari. Yang akibatnya aku kembali terjerembab dan terduduk di samping Iqbaal. Iqbaal kembali khawatir dan berkata, “Makanya gak usah jahil sama aku, kualatkan!.”
“Iya-iyaa. Kamu juga jangan nakal jadi aku gak bakalan terluka kayak gini.” Omelku pada Iqbaal .
“Yaudah, pulang aja yuk! Daripada ntar kaki kamu tambah sakit.” Ajak Iqbaal yang aku balas dengan anggukkan kepalaku.
“Buru naik.” Perintah Iqbaal sambil jongkok memunggungi aku, yang dimaksudnya mungkin, sini biar aku gendong. Aku tidak langsung menuruti perintah yang seperti permintaan itu.
Merasa tak ada yang menaiki punggungnya, Iqbaal berbalik badan, menarik kedua tanganku dan segera menggendong tubuhku tanpa adanya persetujuan dariku. Iqbaal pun berjalan keluar dari taman dan mulai memasuki gang rumahku yang cukup dekat dengan taman itu.
Selama perjalanan pulang aku hanya mampu terdiam di gendongan Iqbaal. Menikmati saat-saat yang mungkin saja tidak akan pernah terulang lagi. Beginilah kira-kira malam mingguku selama kurang lebih satu setengah tahun belakangan ini, sejak aku dan Iqbaal mulai menjalin hubungan ‘persahabatan’. Yang bermula dengan pertemuan yang sangat tidak di sengaja.

Sedikit bercerita tentang bagaimana aku dan Iqbaal bertemu, awalnya saat aku berada di kelas XI SMA Tunas Bangsa. Saat itu aku sedang berjalan di tepian lapangan bola voli, yah Iqbaal memang jago sekali kalau tentang yang satu ini –voli. Tak sengaja bola yang di passingnya keluar lapangan dan tepat mengenai kepalaku. Pening, penglihatan agak kabur dan tiba-tiba semuanya gelap. Aku pingsan. Setelah sadar, aku mengedarkan pandanganku dan berhenti tepat pada seorang lelaki yang duduk di samping ranjangku. Mengetahui bahwa aku telah sadar, lelaki itu segera berdiri dan meminta maaf atas kejadian tadi di lapangan voli. Dari situlah aku tahu nama pria itu, Iqbaal.
Dari kejadian tersebut aku dan Iqbaal jadi lebih akrab. Ditambah lagi saat ini kami berada di kelas yang sama, XII A3.
Dan selama beberapa bulan terakhir ini, sepertinya ada yang aneh dengan diriku. Aku jadi lebih sering memperhatikan Iqbaal diam-diam saat di kelas. Dan seperti ada perasaan takut kehilanan dirinya. Sikapku pun menjadi sangat berlebihan padanya.
Aku terus berpikir dalam gendongan Iqbaal, “Adakah yang salah dengan diriku?”. Tanyaku dalam hati. Iqbaal pun hanya mampu terdiam selama perjalanan pulang.
Tak berapa lama kami sudah sampai di depan pintu rumahku. Aku turun dari gendongannya dan tersenyum.
“Terimakasih ya, Baal. Maaf udah ngerepotin kamu terus.” Yang dibalas senyum dan anggukan Iqbaal.
“Mau mampir dulu gak?”. Tawarku pada Iqbaal, siapa tahu dia mau mampir.
“Nggak usah, udah malem juga ntar dikira ngapain, hehe. Aku langsung aja balik ke rumah ya? Selamat Malem.” Iqbaal melambaikan tanganya dan terus tersenyum padaku.
Lama ku perhatikan Iqbaal sampai ia lenyap di balik gerbang rumahku. Aku segera masuk ke rumah karena udara malam sangat menusuk kulitku.
Di tempat tidur, aku terus memikirkan tentang Iqbaal. Apa yang sedang dilakukannya? Sudah makan atau belum? Atau dia sudah tidur pulas?. Duhh, mikir apa sih aku ini.
Jam menunjukkan pukul 9.30 malam, namun aku masih terus melamun memikirkan lelaki tadi. Getaran ponsel di meja belajar berhasil membuyarkan lamunanku. Dengan malas aku mengambil ponsel sambil menggerutu, ‘siapa sih ngeganggu malem-malem’. Saat ku lihat di layar ponsel tertera ada satu pesan dari Iqbaal. Iqbaal?.
Buru-buru ku baca pesannya. Yang isinya adalah...
Dari : Iqbaal
‘Cewee. Lagi ngapain nih? Jangan bilang lagi mikirin aku :D’
Perlahan bibirku mengembang membentuk setengah lingkaran dan menghasilkan sebuah senyum manis. Sambil terus tersenyum aku membalas pesannya.
Untuk : Iqbaal
‘Cowoo. Lagi persiapan mau tidur nih. Ada apa? Tumben banget kamu ngehubungin jam aku jam segini.’
Terkirim.
Sambil terus tersenyum menunggu balasan dari Iqbaal, imajinasiku terus berkembang padanya. Kok dia bisa tahu kalau aku sedang memikirkannya ya?.
Tak perlu menunggu lama, Iqbaal pun mengirim pesan lagi.
‘Langsung ke intinya aja ya. Menurut kamu Bella tuh gimana? Cocok gak sama aku?’
Senyum yang sedari tadi mengembang perlahan luntur. Kecewa. Sebenarnya aku sudah menduga bahwa Iqbaal ada rasa sama Bella, cewek cantik dan kaya itu siapa yang tidak tertarik padanya?. Tapi kenapa harus Iqbaal juga menyukai dirinya?.
Dengan menahan sesak di dada dan perasaan yang bercampur aduk antara sedih, kecewa, sakit perlahan aku mengetik balasan untuknya.
‘Ciyee, lo suka ya sama Bella. Menurut gue sih Bella cantik, manis. Dan yah lo cocok-cocok aja tuh sama dia.’ Balasku yang sok ceria.
Namun sepertinya Iqbaal menyadari adanya perubahan kosa-kata yang aku gunakan.
‘Lo kenapa sih? Gak apa-apa kan? Atau jangan-jangan lo cemburu? Hayolohh ngaku gak lo!’. Oke sifat iseng bin jahil mulai muncul. Tapi tetap saja Iqbaal yang terbaik deh. Seperti saat aku belum mudeng tentang pelajaran di sekolah, dia rela mengajari aku sampai aku benar-benar paham dan dia juga mau mengerjakan tugasku saat aku ketiduran.
‘Mungkin aja iya, gue cemburu. Haha.’
Tak lama Iqbaal pun membalas lagi.
‘Ooh jadi lo suka sama gue nih ceritanya? Tenang aja gue gak bakalan milih salah satu dari kalian kok. Aku bukan orang yang pemilih. Kalo saat ini mungkin aku nggak akan pacaran dulu. Kita tunggu aja abis UN.’
Apakah Iqbaal serius dengan omongannya? Apakah Iqbaal tidak apa-apa kalau aku menyukainya?. Baiklah baal, aku akan menunggumu sampai UN selesai. Aku akan setia, akan ada untukmu setiap saat.
Sedikit demi sedikit rasa kantuk menyerangku, aku pun terlelap dalam malam yang sunyi.
Keesokan harinya, aku dan Iqbaal kembali menjalani aktivitas seperti biasanya seolah-olah tak pernah ada yang terjadi.
Detik berganti menit. Menit berganti jam. Jam berganti hari. 3 bulan menjelang UN –Ujian Nasioanal, ujian yang diperuntukan kelas XII. Kedekatan Iqbaal dan Bella semakin menjadi. Kemarin aku melihat mereka jalan berdua saat pulang sekolah. Mungkin saja hanya kebetulan bertemu lalu Iqbaal mengajak Bella untuk pulang bersama. Tapi sepertinya bukan sekedar kebetulan belaka. Hari ini aku mendengar berita bahwa Iqbaal dan Bella sudah menjalin hubungan ‘pacaran’. Dan aku berniat menanyakan saat sekolah telah dibubarkan.
Begitu bel pulang sekolah berbunyi, aku segera menghampiri Iqbaal. Tapi baru satu langkah, Bella sudah lebih dahulu menggandeng tangan Iqbaal dan bergelayut manja di lengan Iqbaal. Pertanyaan yang memenuhi pikiranku sejak tadi pagi terjawab sudah tanpa diberi tahu sekalipun. Niatku untuk bertanya pada Iqbaal pun aku urungkan.
Aku terus berjalan dengan menunduk. Terlalu sakit jika aku  melihat Iqbaal bersama dengan cewek lain. Dan saat aku melewati kedua insan itu, yah terpaksa aku melewati mereka karena itu adalah satu-satunya jalan menuju gerbang sekolah. Aku sempat mendengar percakapan Iqbaal dengan Bella.
“Bel, bentar dulu ya.” Ucap Iqbaal seraya melepaskan tangan Bella.
“Kamu mau ngapain sih? Mau ngejar cewe jelek tadi? Hahaha.” Balas Bella sarkastis padaku.
“Iya bentar aja, aku mau ngejelasin sama dia tentang hubungan kita.”
“Ngapain sih harus laporan sama dia. Emangnya dia siapa kamu? Ibu? Bukan kan. Udah deh yuk katanya mau anterin aku ke Mall.”
Merekapun berjalan menjauh menuju parkiran belakang sekolah.
Sesak di dadaku aku luapkan dengan tangisan saat aku sudah sampai di kamarku. Aku tenggelamkan wajahku ke bantal. Tak aku hiraukan basahnya bantal akibat air mataku. Aku terus menangis sampai mataku benar-benar sembab dan sesenggukan.
‘Baal, kenapa kamu tega nyakitin aku? Katanya kamu bukan orang yang pemilih, nyatanya apa? Kamu lebih memilih cewe itu. Aku udah rela nunggu kamu bisa ngebuka hati kamu untukku, tapi apaaa? Apaaa?!!.’
Kesetiaanku kamu balas dengan ini? Dengan kamu berpacaran dengan Bella?.
Setelah puas menangis aku pun terlelap tidur.
Tak terasa sudah satu minggu sejak Iqbaal dan Bella jadian, Iqbaal semakin hari semakin tidak ada kabar dan saat di kelas pun dia selalu menyendiri.
Hari demi hari aku lalui. Ujian Nasional semakin mendekat. Entahlah, aku sudah tidak peduli lagi dengan pria itu.
Setiap kali aku berpapasan dengan Iqbaal aku hanya mampu tersenyum padanya dan sekedar memanggil namanya. Dia pun sebaliknya. Sepertinya hubungan persahabatan kami kandas begitu saja, hilang ditelan bumi.
Setelah UN selesai dan pengumuman kelulusan telah dilaksanakan, akhirnya aku bebas dari masa-masa pahitku di ujung SMA. Aku akan memulai awal yang baru saat aku di Perguruan Tinggi nanti.

Sampai jumpa Iqbaal. Sampai bertemu lagi. Semoga takdir mempertemukan kita kembali saat kita sudah mempunyai pendamping hidup masing-masing.



Yap, itu dia cerpen karanganku. Temanya adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Nggak keliatan kayak lagi curhat kan? hehe. 
Oke terimakasih sudah mau membaca karya acak adul punyaku ini. 
Semoga dapat bermanfaat untuk kalian.

Sebelum aku ngepost tentang inilah itulah, ada baiknya kita kenalan dulu ya, hehe.
Ini adalah blog keduaku. Yang pertama? biasa lah, lupa password wkwk.
Oke langsung aja kenalannya.

Hi, Everybody!

First, I want to introduce my self.
Well, my name is Lia Rosiana. You can call me as Lia, Rose, or Liaros, seenakmu wae arep nyeluk enyong sapa hehe. I was born in Banyumas, June 2nd 2000 and still alive in Purwokerto, Central Java. Inggrissane cukup nggih, semanten mawon. Sekarang aku masih duduk di bangku sekolah /cie anak sekolahan/. Yeah, sekedar info. Aku TK dan SD di desaku, yaitu Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja. Untuk SMP di SMP N 1 Patikraja dan sampai sekarang aku masih sekolah di SMA N 2 Purwokerto.

Okai, sekian dulu perkenalan diri yang memaksa ini, hehe. Buat yang mau kepoin saya /ceilah,mang ada?/ bisa menghubungi saya lewat
Instagram liarsn, difollow eak
Line rsnlia dan Twitter Liaaa93.

Terimakasih atas waktu kalian yang semoga tidak terbuang sia-sia wkwk.
Piss, salam damai dari saya.
Langganan: Postingan ( Atom )

ABOUT AUTHOR

Lia Rosiana

LATEST POSTS

  • Cerita Pendek (Cerpen)
    Hai-haiii... Kalian pasti sedang mencari referensi buat tugas Bahasa Indonesia kan atau malahan mau 'copy paste'? hehe, yah ketah...
  • Perkenalan
    Sebelum aku ngepost tentang inilah itulah, ada baiknya kita kenalan dulu ya, hehe. Ini adalah blog keduaku. Yang pertama? biasa lah, lupa...
  • Pemilihan Ketua Osis secara Online periode 2017/2018 SMAN 2 Purwokerto
    Berikut adalah contoh teks berita tentang Pilkaos dalam bahasa Indonesia. TEKS BERITA SMADA memilih, ONLINE! PURWOKERTO – S...

Blogger templates

Categories

  • Bahasa Indonesia
  • Cerpen
  • Contoh Teks Berita
  • Pilkaos
  • Pilketos
  • SMA Negeri 2 Purwokerto
  • Tugas

Instagram

syleea_

Blog Archive

  • November 2018 (1)
  • April 2017 (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Ads

Laporkan Penyalahgunaan

  • Beranda

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Latest Posts

  • Cerita Pendek (Cerpen)
    Hai-haiii... Kalian pasti sedang mencari referensi buat tugas Bahasa Indonesia kan atau malahan mau 'copy paste'? hehe, yah ketah...
  • Perkenalan
    Sebelum aku ngepost tentang inilah itulah, ada baiknya kita kenalan dulu ya, hehe. Ini adalah blog keduaku. Yang pertama? biasa lah, lupa...
  • Pemilihan Ketua Osis secara Online periode 2017/2018 SMAN 2 Purwokerto
    Berikut adalah contoh teks berita tentang Pilkaos dalam bahasa Indonesia. TEKS BERITA SMADA memilih, ONLINE! PURWOKERTO – S...

Blogroll

Flickr

About

Copyright 2014 Pearl Rose.
Designed by OddThemes